“Revolusi Xinhai” atau “Hsinhai Revolution” (辛亥革命; pinyin: Xīnhài Gémìng), juga dikenal sebagai Revolusi 1911 atau Revolusi China, dimulai dengan Pemberontakan Wuchang pada 10 Oktober 1911 dan berakhir ketika Kaisar Puyi turun takhta pada 12 Februari 1912. Kelompok utama yang berseteru adalah pasukan Kerajaan dari Dinasti Qing dengan pasukan revolusi "Revolutionary Alliance (Tong Meng Hui 同盟会). Revolusi ini dinamakan begitu karena 1911 merupakan Tahun Xinhai dalam putaran sexagenary di kalendar China.
Revolusi Xinhai Revolusi Xinhai yang terjadi pada tahun 1911 merupakan gerakan rakyat Tiongkok yang menggulingkan Dinasti Qing yang dipimpin oleh bangsa Manchu yang korup dan barbar, serta mendirikan Republik Tiongkok (中华民国). Revolusi dimulai dengan gerakan revolusioner Tiongkok di Wuchang dan pengaruh kaum pendukung revolusi yang menyebar di berbagai provinsi di Tiongkok selatan, dan menghasilkan penurunan tahta Kaisar Xuantong atau Pu Yi yang mengakhiri pemerintahan monarki di Tiongkok setelah perundingan panjang antara pendukung kekaisaran dengan pendukung republik.
Sebelumnya pada 1900, Dinasti Qing memutuskan untuk memodernisasi militer, yang disebut "New Army". Pada waktu itu, kota Wuchang, di provinsi Hubei, memiliki industri militer paling modern, sehingga menjadi pangkalan di mana senjata dan peralatan militer lain untuk Tentara Baru diproduksi. Ide-ide revolusioner Sun Yat-sen mempengaruhi secara ekstensif perwira dan prajurit Tentara Baru di Wuchang, dan banyak dari mereka yang berpartisipasi dalam organisasi-organisasi revolusioner.
Pemberontakan itu sendiri pecah setelah kecelakaan yang terjadi saat memproduksi bom. Ini menyebabkan polisi untuk menyelidiki, dan mereka menemukan daftar revolusioner dalam Angkatan Darat Baru. Pada titik ini elemen Tentara Baru memberontak daripada menghadapi penangkapan. Pemerintah provinsi panik dan melarikan diri. Awalnya, pemberontakan dianggap hanya yang terbaru dalam serangkaian pemberontakan yang telah terjadi di selatan Tiongkok, dan secara luas diharapkan dapat cepat berakhir. Ternyata hal itu mengubah Tiongkok yang ternyata dinasti Qing tidak menindak tegas terhadap pemberontakan, sehingga pemerintah provinsi di banyak provinsi selatan untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Pemerintahan Qing dan membentuk pemerintahan baru.
Saat Sun Yat-sen sedang bepergian di Amerika Serikat pada waktu itu dalam upaya untuk merekrut lebih banyak dukungan dari orang Tionghoa di luar negeri mengetahui tentang pemberontakan dengan membaca laporan surat kabar. Pemerintah Qing mulai kehilangan dukungan rakyat setelah korupsi berlarut-larut dan penindasan terhadap bangsa Han Chinese yang merupakan mayoritas penduduk Tiongkok oleh bangsa Manchu yang berkuasa. Hal ini makin diperparah dengan ketidakmampuan Dinasti Qing dalam menghadapi pengaruh bangsa asing yang mulai memecah belah Tiongkok dan menghina martabat bangsa Han Chinese. Setelah pemberontakan, kaum revolusioner mendirikan pemerintahan provisional di Nanjing dengan Sun Yat-sen terpilih sebagai presiden. Dengan ini, Republik Tiongkok diproklamirkan mengakhiri sejarah monarki di Tiongkok yang berusia lebih dari 2000 tahun.
Sekarang ini, Revolusi Xinhai diperingati sebagai Hari Sepuluh Kembar di Taiwan. Di China daratan, Hong Kong, dan Macau hari yang sama diperingati sebagai Perayaan Revolusi Xinhai. Banyak overseas Chinese juga merayakan hari ini dan biasanya diadakan di China Town di seluruh dunia.
Revolusi Xinhai Revolusi Xinhai yang terjadi pada tahun 1911 merupakan gerakan rakyat Tiongkok yang menggulingkan Dinasti Qing yang dipimpin oleh bangsa Manchu yang korup dan barbar, serta mendirikan Republik Tiongkok (中华民国). Revolusi dimulai dengan gerakan revolusioner Tiongkok di Wuchang dan pengaruh kaum pendukung revolusi yang menyebar di berbagai provinsi di Tiongkok selatan, dan menghasilkan penurunan tahta Kaisar Xuantong atau Pu Yi yang mengakhiri pemerintahan monarki di Tiongkok setelah perundingan panjang antara pendukung kekaisaran dengan pendukung republik.
Sebelumnya pada 1900, Dinasti Qing memutuskan untuk memodernisasi militer, yang disebut "New Army". Pada waktu itu, kota Wuchang, di provinsi Hubei, memiliki industri militer paling modern, sehingga menjadi pangkalan di mana senjata dan peralatan militer lain untuk Tentara Baru diproduksi. Ide-ide revolusioner Sun Yat-sen mempengaruhi secara ekstensif perwira dan prajurit Tentara Baru di Wuchang, dan banyak dari mereka yang berpartisipasi dalam organisasi-organisasi revolusioner.
Pemberontakan itu sendiri pecah setelah kecelakaan yang terjadi saat memproduksi bom. Ini menyebabkan polisi untuk menyelidiki, dan mereka menemukan daftar revolusioner dalam Angkatan Darat Baru. Pada titik ini elemen Tentara Baru memberontak daripada menghadapi penangkapan. Pemerintah provinsi panik dan melarikan diri. Awalnya, pemberontakan dianggap hanya yang terbaru dalam serangkaian pemberontakan yang telah terjadi di selatan Tiongkok, dan secara luas diharapkan dapat cepat berakhir. Ternyata hal itu mengubah Tiongkok yang ternyata dinasti Qing tidak menindak tegas terhadap pemberontakan, sehingga pemerintah provinsi di banyak provinsi selatan untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Pemerintahan Qing dan membentuk pemerintahan baru.
Saat Sun Yat-sen sedang bepergian di Amerika Serikat pada waktu itu dalam upaya untuk merekrut lebih banyak dukungan dari orang Tionghoa di luar negeri mengetahui tentang pemberontakan dengan membaca laporan surat kabar. Pemerintah Qing mulai kehilangan dukungan rakyat setelah korupsi berlarut-larut dan penindasan terhadap bangsa Han Chinese yang merupakan mayoritas penduduk Tiongkok oleh bangsa Manchu yang berkuasa. Hal ini makin diperparah dengan ketidakmampuan Dinasti Qing dalam menghadapi pengaruh bangsa asing yang mulai memecah belah Tiongkok dan menghina martabat bangsa Han Chinese. Setelah pemberontakan, kaum revolusioner mendirikan pemerintahan provisional di Nanjing dengan Sun Yat-sen terpilih sebagai presiden. Dengan ini, Republik Tiongkok diproklamirkan mengakhiri sejarah monarki di Tiongkok yang berusia lebih dari 2000 tahun.
Sekarang ini, Revolusi Xinhai diperingati sebagai Hari Sepuluh Kembar di Taiwan. Di China daratan, Hong Kong, dan Macau hari yang sama diperingati sebagai Perayaan Revolusi Xinhai. Banyak overseas Chinese juga merayakan hari ini dan biasanya diadakan di China Town di seluruh dunia.



