Berkat Kim Jong Il, Tentara Rakyat Korea Terbaik di Dunia







Tahun 1993, tepatnya tanggal 9 April adalah hari ketika Kim Jong Il (金正日 / 김정일) terpilih sebagai Ketua Komisi Pertahanan Nasional (NDC) Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), dan 25 April 1932, merupakan hari ulang tahun Tentara Rakyat Korea (KPA). Terpilihnya Kim Jong Il sebagai ketua NDC Korea Utara adalah sebuah momentum dalam mengembangkan KPA menjadi kekuatan angkatan bersenjata yang tak terkalahkan. Ketua Kim Jong Il telah memperkuat ideologi politik KPA. Dia, selalu menekankan pentingnya ideologi, menganggap bahwa sebuah senapan tanpa ideologi tidak lebih dari sekadar tongkat dan memberikan perhatian khusus guna meningkatkan pemahaman politik dan ideologi, menjadi suatu kualifikasi bagi pengabdian tentara rakyat. Setiap kali memeriksa unit-unit militer, pertama ia akan melihat pusat pendidikan untuk para tentara dalam mengenali rincian distribusi, dan penggunaan surat kabar dan buku. Bahkan menghadiri studi politik mereka dan menikmati pertunjukan seni yang mewakili sifat-sifat ideologi dan spiritual mereka.

Di bawah komandonya, KPA telah tumbuh menjadi angkatan bersenjata dengan ideologi dan kepercayaan yang kuat, yang dimana tidak ada tentara lain di seluruh dunia dapat menandinginya. Di antara para tentara, terdapat seorang pilot yang meninggal secara heroik dalam suatu pertempuran untuk keselamatan sang pemimpin revolusi. 15 tentara mengucapkan kata-kata terakhir, "Hidup abadi Kim Jong Il," sebelum meninggal, akibat hanyut di laut selama sekitar tiga bulan.  Sementara yang lainnya, mengabdikan diri dalam rangka pengamanan Presiden Kim Il Sung dan ketua Kim Jong Il, dengan melindunginya dari granat yang meledak karena kecelakaan. Semua tentara rakyat KPA, sepenuhnya dijiwai semangat membela pemimpin, mengorbankan kehidupan mereka dengan menghargai ideologi yang tak tergoyahkan dan kepercayaan untuk mengorbankan diri demi negara dan rakyat.

Ketua Kim Jong Il telah membangun militer dan kekuatan teknis KPA dalam segala hal. Dengan menggunakan strategi pembangunan tentara untuk mengembangkan KPA guna menjadi tentara yang kuat dan sempurna, bukan hanya dalam aspek politik-ideologis, tetapi juga dalam teknik militer.
Secara terus menerus, Kim Jong Il mengambil langkah-langkah untuk menyempurnakan KPA, dengan strategi dan taktik yang unik dalam menghadapi perang modern, mempelajari fitur topografi dan geografis wilayah Korea, dan meningkatkan kesiapan militer dan teknis. Dia memastikan, bahwa prioritas harus diberikan dalam pengembangan industri pertahanan, sehingga memungkinkan untuk menghasilkan sendiri apa pun yang diperlukan guna peningkatan kapasitas pertahanan bangsa.

Dengan slogan "Pelatihan juga merupakan pertempuran", tentara rakyat KPA telah memenuhi syarat untuk terampil melaksanakan operasi militer apa pun. Melalui pelatihan intensif, mereka telah mempersiapkan diri secara fisik dan taktik sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas tempur apapun dalam waktu darurat. Semua anggota KPA telah dilengkapi dengan pemikiran tentang seni persenjataan, dengan kekuatan tempur yang tinggi dan kemampuan manuver. Teknik militer yang superior, yaitu kekuatan tempur yang tinggi, serangan jarak jauh dan perang menggunakan teknologi elektronik, yang digunakan Amerika Serikat, menjadi impoten bila berhadapan dengan taktik militer dan alat-alat yang digunakan KPA. Saat ini, KPA telah berkembang menjadi sebuah kekuatan tak terkalahkan yang dilengkapi dengan alat pencegah nuklir dan siap sepenuhnya untuk menyerang dan bertahan.

KPA telah dibentuk menjadi satu kesatuan yang solid di bawah komando Ketua Kim Jong Il. Kesatuan antara perwira dan tentara dengan rakyat menjadi karakteristik yang unik dan menjadi sifat tradisional KPA. Tradisi KPA, yang telah diberikan kepercayaan penuh untuk menjaga kesatuan negara sejak hari pertama berdiri, sekarang berada di level tertinggi di bawah kepemimpinan Kim Jong Il. Banyak yang mengatakan, bahwa tentara rakyat tidak mematuhi perintah perwira militer, tetapi hal ini tidak berlaku bagi sang mantan pemimpin, Kim Jong Il. Karena dia memimpin dengan rasa kasih sayang layaknya orang tua.

Sang komandan memfokuskan perhatian ke masalah-masalah kecil tentara mereka, bahkan masalah kesehatan para tentara. Ada banyak contoh tentara rakyat KPA yang mengorbankan diri dalam rangka untuk menyelamatkan para prajurit militer angkatan bersenjata pada saat-saat genting yang tak terduga. Itulah sebabnya para militer menghormati tentara rakyat dengan ketulusan, dan menganggap itu sebagai moralitas dan hati nurani mereka, bukan hanya kewajiban untuk melaksanakan perintah dan instruksi tanpa syarat apapun. Seperti sebuah adegan, dimana seorang tentara rakyat dan prajurit bermain seruling Korea secara bersama, saat berekreasi dalam acara yang diadakan selama istirahat saat latihan militer. Hal ini, dapat dikatakan sebagai contoh nyata yang menunjukkan kesatuan antara atasan dan bawahan di KPA.

Ketua Kim Jong Il telah merumuskan suatu formula tradisional antara tentara dan rakyat yang bukan hanya sebagai bantuan timbal-balik, tetapi juga, kesatuan dalam ideologi dan gaya kerja, yang lebih didasarkan pada kegigihan dan semangat mulia yang ditunjukkan oleh pengabdian seorang tentara rakyat KPA, dan dengan demikian, maka masyarakat Korea dapat membentuk kesatuan yang besar antara tentara dan warga sipil. Ini adalah orisinalitas masyarakat Korea sekarang, di mana relawan dan masyarakat membentuk suatu harmonisasi, dengan merawat dan membantu satu sama lain dan berbagi kehidupan dan kematian, baik suka maupun duka secara bersama-sama.

Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandingi kesatuan hati salah satu unit di DPRK tersebut. KPA, yang dimana diketuai Kim Jong Il sebagai Komisi Pertahanan Nasional DPRK, telah menunjukkan jati dirinya sebagai angkatan bersenjata yang tak terkalahkan.